Tampil Gemilang, Pemain Keturunan Indonesia Ini Diincar Klub Premier League dan La Liga
Gelandang Queens Park Rangers (QPR), Massimo Luongo, rupanya menarik minat dari klub kasta tertinggi Liga Inggris dan Liga Spanyol.
Dilansir BolaSport.com dari The World Game, Massimo Luongo kabarnya diincar oleh tiga klub sekaligus.
Klub tersebut antara lain, Malaga, Crystal Palace, dan Aston Villa.
Hal tersebut tak lepas dari penampilan apik pemain keturunan Indonesia itu saat berkostum QPR dan timnas Australia.
Sampai pekan ke-36 divisi Championship Liga Inggris, pemain berusia 25 tahun itu sudah mengemas 6 gol dari 37 penampilannya bersama QPR.
Selain itu, ia juga dinilai menunjukkan penampilan apik saat timnas Australia bermain imbang melawan Kolombia.
Berkat hal tersebut, pelatih timnas Australia, Bert van Marwijk memastikan akan membawa Luongo berangkat ke Rusia bersama timnas Australia.
Direktur teknik QPR, Les Ferdinand, mengakui bahwa akan sulit untuk mempertahankan Massimo.
"Mustahil untuk mempertahankannya," kata Ferdinand dikutip BolaSport.com dari The World Game.
Mentor Massimo, David Magrone, mengatakan bahwa Massimo seharusnya bisa mendapatkan sesuatu yang lebih dari QPR.
"Saya tidak ragu dia memiliki kapasitas untuk bermain di Premier League atau Eropa, seperti Spanyol dan Italia.
Kontrak Massimo bersama QPR sendiri masih tersisa dua tahun sampai 2020.
sumber
Dilansir BolaSport.com dari The World Game, Massimo Luongo kabarnya diincar oleh tiga klub sekaligus.
Klub tersebut antara lain, Malaga, Crystal Palace, dan Aston Villa.
Hal tersebut tak lepas dari penampilan apik pemain keturunan Indonesia itu saat berkostum QPR dan timnas Australia.
Sampai pekan ke-36 divisi Championship Liga Inggris, pemain berusia 25 tahun itu sudah mengemas 6 gol dari 37 penampilannya bersama QPR.
Selain itu, ia juga dinilai menunjukkan penampilan apik saat timnas Australia bermain imbang melawan Kolombia.
Berkat hal tersebut, pelatih timnas Australia, Bert van Marwijk memastikan akan membawa Luongo berangkat ke Rusia bersama timnas Australia.
Direktur teknik QPR, Les Ferdinand, mengakui bahwa akan sulit untuk mempertahankan Massimo.
"Mustahil untuk mempertahankannya," kata Ferdinand dikutip BolaSport.com dari The World Game.
Mentor Massimo, David Magrone, mengatakan bahwa Massimo seharusnya bisa mendapatkan sesuatu yang lebih dari QPR.
"Saya tidak ragu dia memiliki kapasitas untuk bermain di Premier League atau Eropa, seperti Spanyol dan Italia.
Kontrak Massimo bersama QPR sendiri masih tersisa dua tahun sampai 2020.
sumber

